02 June 2008

TIDAK ADA VARIABLE CINTA DISANA

FIONA ARIGEA F
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung
Tinggal di Jakarta

Aku merasa
Aku meraba
Aku dirasa

Cinta itu abstrak
Tak berujung

Setetes daun jatuh tepat di depanku. kulihat kupegang kusentuh . namun daun itu terbang diterpa angin. begitulah cinta ia datang dengan tiba-tiba. seperti itukah cinta? iya bagiku. sedari kecil dcekokki melankolisme cinta dalam setiap sajak manis.

kita menjadi subjektif merasa cinta. bahkan spekulatif. orang yang memadu kekasih menjadi spekulatif dalam mencri "takdir" pasangannya ketika menikah nanti. padahal Tuhan kita sudah menentukan "Fiona nanti nikah nya sama si ini"

ada suatu fase yang akhirnya membawaku merasa muak dijejali melankolisme cinta, seperti lagu-lagu cinta saat ini. seperti mereka yang belagu ria tentang cinta tapi kawin cerai terus, putus nymbung lagi.bukankah cinta itu substansi? bukan esensi. contohnya drimana kita mengetahui perhatian seseorang melambangkan cinta sejatinya? abstrakkah?

Tidak ada variable cinta disana?? pacaran atas nama spekulatif cnta. mencoba menerka-nerka apakah dia jodoh kita, mengobral materialisme dari buang pulsa hingga jual ini-itu, pinjman uang sma teman demi mempertahankan spekulasi ditengah masyaratakat yang lapar karena BBM naik, ditengah keluarga yang mengerang kesakitan karena prutnya busung lapar, saya mau nangis saja. tak jarang ada yang mau terjun dari tower ketika tahu dia bukan jodoh kita. saya mau bilang orang seperti itu pengecut. tidak mau mengatakan itulah risiko yang sudah saya ambil. tidak mau bertanggung jawab dalm konteks psikologi gestalt, itulah usaha yang sia-sia. yang perempuan mau saja lagi idsuruh macam-macam oleh kekasihnya, bangun tengah malam, dalam peraduan daripada mimpi manis.uihh itu dah bius cinta, mendingan ngutak-ngatik laptop aja drpd digitukan.yang pria jg tak sadar, ketika kecantikan mnjadi norma otokrat, mereka lupa ada bidadari menunggu disana.bidadari yang akan dipnang olh pria yang matanya hitam, terkantuk-kantuk krn mendirikan shalat tahajjud di tengah malam itu, menangis dalam sholat taubat atas kekuatan cinta yang sebenarnya.

cinta itu akhirnya tidak adil.karena ada orang yang mau memprthnkan orisinalitas cinta, tanpa embel-embel feedback yang pasti. mencinta karena ikhlas, bukan mempertahankan spekulasi. saya berani jamin orang yang seperti itu kekuatan cintanya lebih kuat,sklaipun mrka minder dlm bercinta. tapi orng yang berspekulasi cinta ketika dia mau mengurut nenek-nenek menolak, tapi ketika ada disuRuh oleh wanita cantik, sip aja lah. kasihan orang jelek kalao begitu.

tapi jangan harap anda mendapatkan kekuatan menderita dari spekulasi cinta. tidak ada yang namanya spirit cinta disana. tidak ada kekuatan cinta yang bisa menggerakkan massa dan dikenang ditiap masa dunia.mustahil. cinta menjadi redusi, lembut tapi dia membunuh.. membunuh kita dalam buaian cengeng. tak disms marah, tak dibantu menangis, dan mengambil cinta untuk ancaMan bagi pasangan. "kALU BEGITU KAMU TIDAK CINTA AKU LAGI DONG" uihh kasihan deh lo cinta. save our love dari spekulasi cinta. salam untuk temanku sisy yang sedang mencari cinta sejati.benarlah cinta sejati akan membahagiakan kita, tidak akan mengecewakan.jk kt pernh kcwa krna cinta, berarti itu bkn cinta sejati.

Pacaran dan free seks dikalangan mahasiswa (perspektif Hukum Islam)

Bahan diskusi mingguan BEMJ BPI IAIN Walisongo Semarang
Oleh : Ati mu’jizati
Sumber Rujukan: MK Ushul Fiqih
Dosen pengampu: faozi Umma M. Si
Pendahuluaan
Apabila klasifikasi manusia dibagi menjadi fase 20 – an, maka mahasiswa merupakan sosok manusia yang mengalami masa transisi dari fase usia remaja ke usia dewasa, pada masa transisi ini getraran hasrat terhadap lawan jenisnya semakin kencang, memang di saaat di SLTP dan SMU seorang remaja ada yang sudah merasakan hasrat terhadap lawan jenisnya namun itu baru tahapan “ cinta monyet” akan tetapi ketika sudah menginjak menjadi mahasiswa, rasa cinta itu berubah ketingkat “Cinta serius” menuju ke pernikahan.
Sebelum kedua insan lawan jenis mengukuhkan cintanya dalam ikatan pernikahan , sering kali di dahului dengan proses yang di sebut dengan “pacaran” pacaran kini telah menjadi fenomena masyarakat, khusunya dikalangan mahasiswa. Namun prilaku pacaran tersebut sering kali kemudian berkembang kearah terjadinya free seks atau free love yang berarti “ageed sexsual relations without marriage” yaitu kesepakatan untuk melakukan hubungan seksual tanpa pernikahan.
Pembahasaan
Sebelum dua insan lawan jenis mewujudkan cintanya dalam ikatan pernikahan hal pertama kali yang arus diperhtikan adalah saling mengenal dan memahami masing- masig hal ini dimaksud agar rumah tangga yang akan dibina semakin kokoh dan dapat berlangsung damai tanpa ada percekcokan yang berakibat pada terjadinya perceraian. Dalam tahapan saling mengenal dan memahami, Islam mengajarkan agar masing- masing memilih pasangan lebih berdasar atas agama dan ahlaknya, bukan semata – mata atas dasar rupa, profesi, dan harta. tidak menjadi pertimbangan, karena dengan landasan agama yang kuat dan ahlak yang baik maka ikatan rumah tangga yang akan di bangun menjadi kokoh, sedangkan rupa, profesi dan harta tidak akan berguna jika masing-masing calon pasangannya lemah agama, atau buruk ahlaknya.
Langkah mengenal dan memahami sifat masing- masing itulah yang dalam hukum islam di kenal dengan langkah khitbah, dalam literature hukum islam, khitbah hanya menjadi hak laki-laki, yakni dengan melihat wajah dan kedua telapak tangan perempuan yang akan dinikahinya, pengertian khitbah ini pun merupakan bias gender karena menempatkan laki-laki sebagai subyek dan perempuan sebagai obyek, hal ini dikarenakan kitab- kitab fiqih di susun oleh laki-laki dan di tengah –tengah tradisi patriarki yang telah mengakar kuat di masyarakat saat itu.
Dalam konteks sekarang khitbah bukan hanya menjadi hak laki-laki saja melainkan juga hak perempuan, bentuknya pun bukan hanya sekedar melihat wajah dan dua telapak tagan masing-masing saja melainkan juga dapat saling berbicara, dengan demikian masing- masing bisa saling mengenal dan memahami lebih mendalam tentang sifat dan karakternya, dan lebih- lebih ahlaknya .
Kalau pacaran dalam makna mengenal dan memahami sifat masing –masing tersebut hukumnya sunnah, pemikiran semacam ini bukan berarti membenarkan hubungan gaya hidup barat yang menghalalkan segala kebebasan, bahkan hubungan sesama jenispun di-legal-kan dengan dalih HAM sebaliknya apabila dalam prilaku pacaran tersebut justru menjurus ke prilaku free seks yang identik dengan perbuatan ZINA maka hukumnya menjadi haram keharaman tersebut di dasarkan atas metode istinbat hukum yang dalam Ushul fiqih di kenal dengan nama”Sadd al dzari’ah” yakni menyumbat jalan yang isa menuju kepada perbuatan yang berbahaya, dalam hal ini prilaku pacaran tersebut menjadi jalan menuju perzinaan.

27 May 2008

PERTEMUAN PERTAMA

Ati Mujizati
Mahasiswi BPI IAIN WALI SONGO Semarang

Ketika aku memejamkan mata
Kau tampil dalam sorotan nuraniku
Muncul membawa sebuah kisah
Yang tiada berujung1000 tahun
kau selalu menemuikuMenungguku,
bahkan membuatku tersenyum
Memberikan jawaban
Yang melantun di seluruh jiwaku
Desir suaramu yang memberikan keceriaan
Tatapanmu yang membuatku percaya
Kau selalu ada menantikuNamun,
Kali ini angin mulai berdesir kencang,
Tatapku perlahan pudar
Aku mulai kehilangan ragamu
Melepaskan genggamanku
Dan yang kulihat hanyalah kekecewaan
Hatiku tergetarSemangatku mulai menggelora
Jarak dalam dunia maya
Alam mimpi yang mempertemukan kita
Kuterobos hanya untukmu
Meraih genggaman tanganmu
Yang seolah menyalurkan
Perasaan letihmu menungguku selama ini
Selamanya akan kukenang
Akan kukenang selaluDalam kasihku
Sebagai pertemuan pertama kita
Yang membuat pilu dan tenang
Bercampur aduk menjadi satu
-Pertemuan Pertama-
Ketika aku memejamkan mata
Kau tampil dalam sorotan nuraniku
Muncul membawa sebuah kisah
Yang tiada berujung1000 tahun kau selalu menemuiku
Menungguku, bahkan membuatku tersenyum
Memberikan jawabanYang melantun di seluruh jiwaku
Desir suaramu yang memberikan keceriaan
Tatapanmu yang membuatku percaya.